Bisikan Gaib
JAKARTA - Dalam perbincangan mendalam bersama Ki Reman, Bang Robby kembali mengangkat tema yang jarang dibahas secara terbuka, yakni seputar pelet, teluh, dan santet yang menyerang aspek paling sensitif manusia yaitu kelamin dan hasrat biologis.
Ki Reman menjelaskan bahwa dalam praktik ilmu gaib, teluh dan pelet memiliki tujuan yang berbeda. Teluh cenderung bersifat destruktif, menyasar kesehatan fisik dan vitalitas target, sementara pelet lebih berfokus pada pengikatan perasaan, rindu, dan ketertarikan emosional.
Menurut Ki Reman, ketika teluh dan pelet digabungkan, efeknya bisa menjadi jauh lebih kompleks. Kombinasi ini tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga alam bawah sadar target. Reaksi yang muncul bisa berupa hasrat biologis yang tidak tertahankan, obsesi berlebihan terhadap satu orang, hingga hilangnya ketertarikan terhadap pasangan atau orang lain.
Dalam konteks tertentu, praktik ini kerap disebut sebagai “kunci sukma”, karena seolah mengunci nafsu dan hati target hanya pada satu sosok.
Pembahasan kemudian bergeser pada santet kelamin yang murni bersifat merusak. Ki Reman mengungkapkan bahwa serangan ini biasanya dilandasi dendam mendalam, dengan tujuan membuat target impoten atau bahkan mengalami pembusukan secara gaib.














































