Merencanakan Keuangan Sejak Dini, Mengapa Tidak?

2 hours ago 2

Merencanakan Keuangan Sejak Dini, Mengapa Tidak?

Merencanakan Keuangan Sejak Dini, Mengapa Tidak? (Foto: Freepik)

PERNAH mendengar istilah YOLO? Akronim ini mengacu pada istilah “You Only Live Once,” sebuah istilah yang banyak dianut orang- orang muda, terutama gen Z.  Makna YOLO sebenarnya adalah bahwa kita hidup hanya sekali, sehingga perlu kita manfaatkan sebaik mungkin. Sayangnya, di tangan anak-anak muda, prinsip ini sering disalahartikan. Alih-alih memanfaatkan hidup sebaik mungkin, mereka justru bersikap seolah-olah hidup hanya untuk hari ini. Mereka tak segan menghabiskan banyak uang untuk bisa mengalami semua hal yang bisa dilakukan saat ini. Dampaknya, anak-anak muda ini kehilangan arah dan tujuan, mencurahkan segala sumber daya yang dimiliki demi menikmati hidup di hari ini.

Kita mungkin banyak mendengar, bahwa banyak anak muda yang tidak segan mengeluarkan banyak uang demi mengikuti trend. Apakah itu nongkrong di kafe estetik, liburan di tempat yang popular di dalam atau luar negeri, membeli barang-barang fashion terkini, atau mencoba olah raga tertentu lengkap dengan peralatan yang tidak murah. Tentu saja perilaku seperti ini bukanlah hal yang ideal. Apalagi jika kemudian mereka, karena kurang merencanakan, terlibat dalam kesulitan keuangan: terlilit pinjaman online, hutang kartu kredit, atau meminjam dari orang-orang sekitar demi gaya hidup tersebut.

Langkah paling bijak untuk bisa menerapkan YOLO setiap hari, seumur hidup, sesungguhnya adalah dengan membuat pengelolaan keuangan yang baik. Beberapa hasil penelitian menunjukkan betapa eratnya keterkaitan antara pengelolaan keuangan yang baik dengan kesehatan mental. Semakin baik perencanaan keuangan, semakin rendah tingkat stres seseorang, dan semakin meningkat kesejahteraan psikologisnya. Bagaimanapun, tidak ada yang mengetahui berapa lama kita akan hidup; dan hidup pun tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan.  Di masa depan, bukan tidak mungkin seseorang dihadapkan pada situasi khusus yang membutuhkan biaya mendadak. Misalnya pemutusan hubungan kerja, mengalami penyakit kronis, hilangnya dukungan keuangan (misalnya orang tua yang meninggal dunia atau bangkrut), kebutuhan melanjutkan pendidikan atau meningkatkan keterampilan, dan lain-laian. Pada artikel ini, akan diberikan beberapa tips untuk mengelola keuangan, terutama bagi anak muda yang sudah bekerja dan memiliki penghasilan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan, untuk dapat mulai merencanakan keuangan:

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri berita women lainnya

Read Entire Article
Desa Alam | | | |