PLN UID Kalselteng Perkuat Literasi Anak Lewat Program Mentari

4 days ago 11

Banjarbaru, radarsampit.com– PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) terus memperluas dampak sosialnya melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Mentari, akronim dari Mencerahkan Literasi Anak Negeri. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi baca tulis anak usia 7–12 tahun di Barito Kuala, Banjarmasin, dan Banjarbaru dengan menggandeng komunitas Literasi Banua.

Literasi anak Kalimantan Selatan,Perpustakaan keliling PLN,Pendidikan di Banjarbaru,Mentari Mencerahkan Literasi Anak NegeriProgram Mentari menerapkan metode pengajaran yang interaktif dengan mengajak anak-anak belajar melalui permainan edukasi, dialog dua arah, serta aktivitas yang mendorong mereka berpikir kritis.

Salah satu dukungan yang diberikan oleh PLN ialah sebuah motor listrik yang difungsikan sebagai perpustakaan keliling lengkap dengan berbagai buku bacaan dan fasilitas pendukung, sehingga mampu menghadirkan cara belajar yang lebih menyenangkan, aktif, dan mudah dijangkau. Selain itu, Program Mentari menerapkan metode pengajaran yang interaktif dengan mengajak anak-anak belajar melalui permainan edukasi, dialog dua arah, serta aktivitas yang mendorong mereka berpikir kritis.

Literasi anak Kalimantan Selatan,Perpustakaan keliling PLN,Pendidikan di Banjarbaru,Mentari Mencerahkan Literasi Anak NegeriKetua Komunitas Literasi Banua, Zidan, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN UID Kalselteng yang memungkinkan program ini berjalan secara konsisten.

Ketua Komunitas Literasi Banua, Zidan, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN UID Kalselteng yang memungkinkan program ini berjalan secara konsisten. Menurutnya, kemampuan literasi anak tidak cukup hanya berhenti pada mengenal huruf dan membaca kalimat, tetapi juga memahami makna di balik bacaan.

“Kami merasa terpanggil membantu meningkatkan literasi generasi muda karena hasil observasi menunjukkan mereka masih fokus diajarkan membaca tanpa memahami konteks. Alhamdulillah dengan bantuan PLN, program ini dapat terlaksana dan menjangkau lebih banyak anak,” kata Zidan.

Zidan menambahkan bahwa metode yang digunakan dalam kegiatan Mentari turut mencakup permainan edukatif yang mengasah kemampuan berpikir anak. Aktivitas tersebut terbukti menarik perhatian dan membuat proses belajar menjadi lebih hidup.

Halaman: 1 2 3

Read Entire Article
Desa Alam | | | |