PLN dan Borneo Indobara Teken 23.040 REC, Perkuat Energi Bersih di Sektor Tambang

4 days ago 12

Banjarbaru, radarsampit.com — Transformasi energi bersih di sektor industri pertambangan semakin konkret. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah bersama PT Borneo Indobara (BIB) menegaskan komitmen tersebut melalui penandatanganan perjanjian jual beli Renewable Energy Certificate (REC). Berlangsung di Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (8/2), BIB resmi menambah pembelian REC sebanyak 23.040 unit atau setara 40.000 megavolt ampere (MVA) listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Direktur Retail dan Niaga PLN menyampaikan komitmen dukungan listrik hijau 100 persen melalui layanan REC.

REC merupakan sertifikat digital yang merepresentasikan atribut lingkungan dari satu megawatt hour (MWh) listrik yang dihasilkan dari sumber energi terbarukan, seperti surya, air, atau panas bumi. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa listrik yang digunakan pelanggan didukung kontribusi EBT, meskipun secara teknis penyalurannya tetap melalui sistem jaringan terpadu PLN yang menggabungkan berbagai sumber energi.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi wujud nyata dukungan PLN terhadap transisi energi di sektor industri nasional.

“PLN berkomitmen penuh mendukung daya saing industri nasional melalui pemanfaatan energi bersih yang ramah lingkungan. Kami menghadirkan opsi layanan listrik hijau 100 persen yang dipasok dari pembangkit berbasis EBT melalui layanan REC,” ujar Adi.

Kerja sama ini tidak sekadar transaksi sertifikat, melainkan langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri Indonesia di tengah tuntutan global terhadap dekarbonisasi dan praktik keberlanjutan.

Chief Operating Officer BIB, Raden Utoro, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. Ia menilai dukungan PLN sangat penting dalam mendukung implementasi program Green Mining Realization di lingkungan operasional perusahaan.

“Kami mengapresiasi dukungan PLN. Kerja sama ini sangat krusial karena keandalan pasokan listrik menjadi kebutuhan utama, mengingat gangguan pasokan dapat berdampak langsung pada aktivitas operasional tambang,” katanya.

Halaman: 1 2

Read Entire Article
Desa Alam | | | |