
Marc Marquez dan Francesco Bagnaia di MotoGP 2025. (Foto: Instagram/ducaticorse)
SPANYOL – Pembalap tim pabrikan Honda, Luca Marini, menyuarakan keyakinannya terhadap potensi kebangkitan Francesco Bagnaia pada kompetisi MotoGP 2026. Adik kandung legenda Valentino Rossi tersebut berharap dapat melihat kembali rivalitas sengit di barisan depan, di mana Bagnaia diharapkan mampu konsisten menapaki podium di setiap seri balapan setelah melewati periode yang penuh tantangan.
Tak bisa dipungkiri Bagnaia mengalami masa sulit di Ducati Lenovo pada MotoGP 2025. Pembalap yang akrab disapa Pecco itu kesulitan beradaptasi dengan motor spesifikasi terbaru (GP25), yang dianggap tidak cocok dengan gaya berkendaranya.
1. Dominasi Mutlak Marc Marquez
Situasi Pecco di musim lalu berbanding terbalik dengan rekan setimnya, Marc Marquez. Marquez secara mengejutkan tampil dominan dan berhasil merebut gelar juara MotoGP 2025.
Pembalap berjuluk The Baby Alien itu mengunci gelar juara di saat kompetisi masih menyisakan lima seri balapan. Marquez tampil dominan dengan mencatatkan 1 kemenangan grand prix dan 14 kemenangan sprint.
Marini pun mengakui Marquez tampil sangat kuat dengan motornya di MotoGP 2025. Namun, eks rider VR46 itu juga cukup penasaran apakah The Baby Alien bisa mempertahankan dominasinya di musim depan.
Francesco Bagnaia dan Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)
“Marc sangat kuat dan dia memiliki motor terbaik, jadi cukup jelas bahwa dia akan menang. Kita lihat bagaimana tahun depan,” kata Marini, dikutip dari Motosan, Jumat (2/1/2026).
2. Misi Kebangkitan sang Murid Rossi
Marini justru berpendapat bahwa Bagnaia akan bangkit di musim depan dan memanaskan persaingan. Dia menilai, murid Valentino Rossi itu menjadi satu-satunya rider yang berada di level Marquez saat ini.

















































