
Riwayat Pendidikan dan Karier Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang Ditangkap Amerika. (Foto: Britanica)
JAKARTA - Riwayat pendidikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjadi perhatian, setelah ditangkap dalam serangan Amerika Serikat.
Cilia Flores, istri Presiden Venezuela Nicolas Maduro, pun ditangkap dalam serangan skala besar terhadap Venezuela tersebut. Hal itu diklaim dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pernyataan mengejutkan itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya. Dalam unggahan tersebut, Trump menyebut operasi penangkapan dilakukan dengan melibatkan aparat penegak hukum Amerika Serikat.
"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang telah ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar negeri," tulis Trump.
Trump juga menyatakan, bahwa operasi tersebut dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS, namun belum merinci lokasi penangkapan maupun kondisi terkini Nicolas Maduro.
Karier Nicolas Maduro
Dikutip dari Ebsco, Minggu (4/1/2026), catatan resmi pemerintah menyatakan bahwa Nicolas Maduro Moros lahir pada 23 November 1962, di lingkungan Los Chaguaramos, Caracas, Venezuela. Namun, terdapat spekulasi luas di media dan di antara lawan politiknya bahwa ia lahir di Kolombia, klaim yang dibantah Nicolas Maduro.
Isu tempat kelahiran Nicolas Maduro merupakan isu politik yang kontroversial karena hukum federal mensyaratkan bahwa jabatan presiden harus dipegang oleh warga negara Venezuela asli.
Meskipun demikian, Nicolas Maduro tidak membantah catatan yang menunjukkan bahwa orangtuanya, Jesús Nicolas Maduro dan Teresa de Jesús Moros Acevedo, menikah di Bogotá, Kolombia. Selama masa kecil Nicolas Maduro, ayahnya bekerja sebagai pemimpin serikat pekerja.
Ketertarikan Nicolas Maduro pada politik dimulai sejak usia muda. Ia menjabat sebagai presiden serikat mahasiswa di Sekolah Menengah Jose Avalos di lingkungan El Valle, Caracas.
Dibesarkan dalam keluarga Katolik Roma, Nicolas Maduro adalah penggemar musik rock dan pemain bisbol yang antusias.
Sebuah kawat diplomatik yang dipublikasikan oleh organisasi Wikileaks pada tahun 2006 melaporkan bahwa Nicolas Maduro menolak tawaran kontrak dari seorang pencari bakat Major League Baseball saat masih muda. Setelah bekerja sebagai sopir bus, Nicolas Maduro, seperti ayahnya sebelumnya, terlibat dalam politik serikat pekerja.

















































