Anggie Ariesta
, Jurnalis-Rabu, 14 Januari 2026 |09:48 WIB

Rupiah Melemah Dekati Rp16.900 per USD, BI Ungkap Penyebabnya (Foto: Okezone)
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkap penyebab nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS kian melemah. BI mencatat Rupiah ditutup ke level Rp16.860 per USD pada penutupan Selasa (13/1/2026). Angka ini mencerminkan depresiasi sebesar 1,04 persen secara tahun berjalan (year-to-date).
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G Hutapea menjelaskan, pelemahan Rupiah merupakan dampak dari gejolak pasar keuangan global yang dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed).
"Bank Indonesia konsisten menjaga stabilitas nilai tukar sehingga dapat menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Pergerakan mata uang global pada awal 2026 ini, termasuk Indonesia, banyak dipengaruhi oleh meningkatnya tekanan di pasar keuangan dunia," ujar Erwin dalam keterangan resminya, Rabu (14/1/2026).
Meskipun Rupiah melemah, Erwin menekankan bahwa kondisi ini masih sejalan dengan tren yang terjadi pada mata uang di kawasan regional.
Sebagai perbandingan, Won Korea Selatan mencatatkan pelemahan yang lebih dalam yakni 2,46 persen, sementara Peso Filipina terkoreksi sebesar 1,04 persen.
















































