Rohman Wibowo
, Jurnalis-Kamis, 05 Februari 2026 |07:59 WIB

Rusun Subsidi di Meikarta, Menteri Ara: Jangan Ulangi Cara yang Salah (Foto: Kementerian PKP)
JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan implementasi proyek program rumah susun (rusun) bersubsidi di lahan bekas apartemen Meikarta, Cikarang bakal berlandaskan tata kelola yang transparan. Ini merujuk proyek Meikarta yang digarap Lippo Group dulu menimbulkan masalah dengan konsumen.
"Jangan mengulangi cara yang sudah tahu salah, udah tahu gagal, diulang-ulangi terus dengan orang yang sama dan metode yang sama," kata menteri yang akrab disapa Ara ini saat ditemui di Gedung BRI I, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Pembiayaan Rusun Subsidi di Meikarta
Ara menekankan soal pembiayaan yang menjadi satu di antara isu realisasi rusun bersubsidi Meikarta. Oleh karena itu, perlu ada intervensi dari perbankan mendukung pembiayaan.
Konsep pembiayaan perbankan yang diterapkan pada program rumah subsidi belakangan ini bisa menjadi contoh. Apalagi, jika ada terobosan baru dari perbankan dalam soal fiskal.
Ara bilang, pihaknya dengan BRI dan Tapera sedang menggodok pembiayaan rusun bersubsidi secara lebih lanjut. Penggunaan pos pendanaan melalui produk lain dari bank menjadi opsi potensial.
"Salah satunya kami usulkan bagaimana nanti dengan asumsi sebagai skema KUR, likuiditas dari perbankan dan pemerintah akan memberikan subsidi selisih rumah. Sehingga ketercangkapan masyarakat pembangunan jangkauan rendah itu akan bisa lebih masuk," kata Ara.

















































