Feby Novalius
, Jurnalis-Selasa, 03 Maret 2026 |15:03 WIB

Saham sektor pariwisata global kehilangan nilai hingga USD22,6 miliar atau sekitar Rp380,9 triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA - Saham sektor pariwisata global kehilangan nilai hingga USD22,6 miliar atau sekitar Rp380,9 triliun (kurs Rp16.856 per USD) akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Perang ini memicu pembatalan penerbangan di seluruh dunia menuju wilayah Timur Tengah. Pusat-pusat penerbangan utama di Teluk, termasuk Bandara Internasional Dubai yang biasanya menangani lebih dari 1.000 penerbangan per hari, ditutup untuk hari ketiga. Penutupan ini menyebabkan puluhan ribu penumpang terlantar, menandai ujian terbesar sektor penerbangan sejak pandemi COVID-19.
Yordania pada Senin (2/3/2026) menjadi negara terbaru di kawasan yang menutup sebagian wilayah udaranya, Demikian dilansir Reuters, Selasa (3/3/2026).
Perang tersebut mendorong saham maskapai penerbangan AS turun pada hari Senin. Delta Air Lines, United Airlines, dan American Airlines masing-masing mengalami penurunan 2–4%. Sementara itu, gabungan 29 maskapai penerbangan, hotel, dan perusahaan perjalanan terkemuka dari Eropa, Asia, dan Amerika Utara kehilangan nilai pasar sebesar USD22,6 miliar.
Di Eropa, TUI, perusahaan perjalanan terbesar, ditutup turun 9,9%, Lufthansa Jerman turun 5,2%, dan IAG, pemilik British Airways, kehilangan 5,5% dari nilai sahamnya.

















































