Binti Mufarida
, Jurnalis-Rabu, 07 Januari 2026 |14:57 WIB

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. (Foto: Tangkapan layar)
KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya telah berulang kali berusaha disogok oleh sejumlah oknum selama sekitar satu tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia. Meski demikian, Prabowo menegaskan komitmennya untuk tetap menegakkan aturan sesuai dengan kepentingan bangsa dan negara.
“Aku satu tahun saja ya jadi Presiden, geleng-geleng kepala juga saya. Berapa kali saya mau disogok. Bolak-balik minta ini, minta itu,” kata Prabowo saat menghadiri panen raya dan pengumuman swasembada beras yang digelar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
“Saya (hanya bilang) tegakkan peraturan, tegakkan sesuai kepentingan bangsa dan negara. Saya nggak ikut-ikut yang lain-lain,” imbuhnya.
Ia merujuk pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menegaskan bahwa kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Prabowo menyatakan bahwa penanganan terhadap pihak-pihak yang melanggar hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Ia bahkan memilih untuk tidak melihat daftar perusahaan yang diduga melanggar aturan, karena khawatir mengenal pihak-pihak yang tercantum di dalamnya.















































