Arief Setyadi
, Jurnalis-Rabu, 07 Januari 2026 |22:14 WIB

Sidang Nadiem Makarim (Foto: Jonathan S/Okezone)
JAKARTA — Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim tengah menjalani persidangan kasus dugaan korupsi laptop Chromebook di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta. Dalam eksepsinya, Nadiem menepis dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).
Sejumlah hal disampaikan Nadiem, di antaranya terkait kesediaannya menjadi menteri yang dilandasi niat untuk mengabdi kepada negara, meski belakangan justru membuat kekayaannya semakin menurun. Nadiem juga menyampaikan latar belakang dirinya yang terlahir dari keluarga antikorupsi.
Persidangan yang dijalani Nadiem pun menuai sorotan. Menurut Pakar Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Fatahillah Akbar, tidak ada jaminan seorang pengusaha sukses tidak melakukan korupsi ketika menduduki jabatan, termasuk menjadi menteri. Celah korupsi bisa saja terjadi dengan menguntungkan usaha melalui masuknya seseorang ke dalam pemerintahan.
“Jadi harus dibedah secara mendalam, apakah betul-betul tidak ada keuntungan personal dalam pengadaan tersebut (laptop Chromebook),” ujarnya, dikutip Rabu (7/1/2026).
Ia pun menyinggung soal klaim Nadiem yang tidak menerima uang. Menurutnya, unsur memperkaya merupakan sebab dari unsur merugikan keuangan negara yang dihitung berdasarkan dampaknya. Unsur tersebut dapat dilihat dari siapa yang diuntungkan atau mengalami pertambahan harta kekayaan melalui perbuatan melawan hukum, baik memperkaya diri sendiri, orang lain, maupun korporasi.















































