
Teh Celup Ternyata Mengandung Mikroplastik, Ini Faktanya (Foto: Freepik)
JAKARTA - Teh celup merupakan salah satu minuman yang umum dikonsumsi masyarakat setiap hari. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa kantong teh tertentu terbuat dari bahan sintetis yang berpotensi melepaskan mikroplastik ke dalam minuman saat diseduh dengan air panas.
Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil, kurang dari 5 milimeter, yang kini menjadi perhatian serius karena potensi dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan. Sejumlah kantong teh diketahui menggunakan bahan seperti nilon, polipropilena, atau jenis plastik lain yang tidak sepenuhnya stabil atau aman ketika terpapar suhu tinggi.
Saat kantong teh tersebut direndam dalam air panas, partikel-partikel kecil plastik dapat terlepas dan bercampur ke dalam minuman. Proses produksi teh celup modern kerap memanfaatkan kantong sintetis karena dinilai lebih tahan lama, memiliki bentuk yang rapi, serta kemampuan filtrasi yang baik.
Namun, ketika bahan tersebut bersentuhan langsung dengan air panas, terutama pada suhu tinggi, struktur plastiknya bisa menjadi tidak stabil. Akibatnya, partikel mikroplastik bahkan nanoplastik berukuran lebih kecil dapat terlepas ke dalam air seduhan.
Kondisi ini dinilai berisiko karena paparan mikroplastik dalam jangka panjang berpotensi memicu peradangan atau respons imun dalam tubuh. Oleh karena itu, meskipun secangkir teh hangat terasa menenangkan, kemungkinan masuknya partikel plastik dari kantong teh sintetis kini menjadi perhatian tersendiri.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan bagi pecinta teh. Salah satunya adalah menggunakan teh serbuk atau teh daun lepas yang diseduh dengan saringan logam atau kain. Selain itu, konsumen juga disarankan memilih teh yang dikemas dalam kantong berbahan kertas tanpa lapisan plastik.
Pastikan pula infuser teh yang digunakan terbuat dari bahan aman seperti stainless steel atau kaca. Langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi kemungkinan masuknya partikel plastik ke dalam minuman selama proses penyeduhan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)















































