
Total pemanfaatan batu bara sepanjang 2025 mencapai 790 juta ton. (Foto: Okezone.com/PTBA)
JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa total pemanfaatan batu bara sepanjang 2025 mencapai 790 juta ton. Sebagian besar, yakni 65% atau sekitar 514 juta ton, digunakan untuk pasar ekspor.
Sementara itu, pemanfaatan untuk keperluan domestik tercatat 32% atau sekitar 254 juta ton, dan sisanya 3% atau 22 juta ton disimpan sebagai stok. Untuk penggunaan dalam negeri, batu bara terutama dialokasikan untuk pembangkit listrik, sektor non-kelistrikan, serta kegiatan hilirisasi seperti industri dan produksi pupuk.
"Pemanfaatan batu bara selama 2025 kurang lebih hampir 800 juta ton, itu 65% ekspor, domestiknya 35%," kata Bahlil dalam Raker bersama Komisi XII di Kompleks DPR RI, Kamis (22/1/2026).
Sedangkan untuk lifting minyak bumi, Bahlil menyampaikan bahwa realisasi rata-rata mencapai 605,3 ribu barel per hari (MBOPD) atau sekitar 100,05% dari target APBN 2025 yang ditetapkan sebesar 605 MBOPD. Secara bulanan, produksi minyak berfluktuasi, dengan level terendah terjadi pada Oktober sekitar 567 MBOPD, sementara capaian tertinggi terjadi pada Desember mencapai sekitar 652,9 MBOPD, menunjukkan adanya perbaikan produksi di akhir tahun.
Untuk lifting gas bumi tahun 2025, tercatat rata-rata sebesar 951,8 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Sepanjang tahun, lifting gas bergerak relatif stabil di kisaran 913 hingga 978 MBOEPD, meskipun secara keseluruhan masih berada di bawah target APBN 2025 sebesar sekitar 1.005 MBOEPD. Hal ini mencerminkan bahwa produksi gas masih menghadapi tantangan, baik dari sisi lapangan produksi maupun permintaan global.














































