Cikal Bintang
, Jurnalis-Sabtu, 03 Januari 2026 |02:01 WIB

Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Alex Rins. (Foto: Instagram/yamahamotogp)
SPANYOL – Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Alex Rins, akhirnya angkat bicara mengenai keputusan besar timnya untuk menanggalkan mesin empat silinder segaris dan beralih ke konfigurasi V4 di MotoGP 2026. Rins secara terbuka mengakui langkah radikal ini diambil karena Yamaha memang telah tertinggal jauh di belakang para kompetitor pabrikan lainnya.
Yamaha baru saja menutup kompetisi musim 2025 dengan hasil yang sangat mengecewakan. Pabrikan raksasa asal Jepang tersebut terpuruk di posisi juru kunci, yakni peringkat kelima dalam klasemen akhir konstruktor dengan raihan hanya 247 poin.
Nasib di klasemen pembalap pun tidak jauh berbeda bagi Yamaha. Dari empat penunggang motor YZR-M1, tercatat hanya Fabio Quartararo yang mampu menembus zona 10 besar dengan finis di urutan kesembilan, sementara rekan-rekannya masih kesulitan bersaing di papan tengah.
1. Batas Maksimal Pengembangan Mesin Inline-4
Kondisi Alex Rins sendiri berada di urutan ke-19, diikuti Jack Miller di posisi 17, dan Miguel Oliveira di peringkat 20. Berdasarkan situasi tersebut, Rins menyadari rival-rival mereka telah melakukan lompatan performa yang jauh lebih signifikan.
"Aprilia telah meningkat pesat. Mereka telah mencapai level Ducati. Honda telah banyak berkembang. Zarco tampil kuat di awal musim, dan Marini serta Mir di akhir musim. Mereka mencapai hasil yang luar biasa," kata Rins dikutip dari Speedweek, Sabtu (3/1/2026).
Alex Rins. (Foto: Instagram/alexrins)
"Sepertinya kita sedikit tertinggal," tambahnya.
Menurut Rins, Yamaha saat ini berada pada titik di mana mesin empat silinder segaris yang selama ini menjadi identitas mereka telah mencapai batas potensinya. Pengembangan lebih lanjut pada konsep lama tersebut dinilai tidak lagi efektif untuk mengejar ketertinggalan teknologi.















































