
Israel menghancurkan markas UNRWA di Yerusalem. (Foto: X)
YERUSALEM — Pasukan Israel pada Selasa (20/1/2026) mulai menghancurkan markas besar badan PBB untuk pengungsi Palestina di Yerusalem. Aksi ini melanjutkan penindakan terhadap organisasi yang memberikan layanan kemanusiaan kepada jutaan orang di seluruh wilayah tersebut.
Israel telah lama menuduh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi (UNRWA) berkolaborasi dengan Hamas — tuduhan yang dibantah — dan tahun lalu melarangnya beroperasi di wilayahnya. Penghancuran pada Selasa menandai langkah terbaru dan paling dramatis Israel terhadap UNRWA.
UNRWA mengatakan di X bahwa pasukan Israel telah menyita perangkat staf dan memaksa mereka keluar dari markas di lingkungan Sheikh Jarrah.
“Ini adalah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, bukan hanya terhadap UNRWA dan markasnya. Ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta hak istimewa dan kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata badan itu, sebagaimana dilansir Associated Press.
Israel telah lama mengkritik UNRWA karena dianggap condong ke Palestina dan menuduhnya memiliki hubungan dengan Hamas. Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan pembongkaran itu merupakan tindak lanjut dari undang-undang baru yang melarang organisasi tersebut.
Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia telah menemani kru ke markas besar dan menyebutnya sebagai “hari bersejarah.”
UNRWA memberikan bantuan dan layanan kepada sekitar 2,5 juta pengungsi Palestina di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, dan Yerusalem Timur, serta 3 juta pengungsi lainnya di Suriah, Yordania, dan Lebanon. UNRWA memelihara infrastruktur di kamp-kamp pengungsi Palestina, mengelola sekolah, serta menyediakan layanan kesehatan bagi para pengungsi, yang menurut mereka sangat penting untuk memastikan orang-orang menerima layanan dasar.













































