SAMPIT, radarsampit.com – Tragedi kebakaran hebat mengguncang kawasan dermaga PT Nusantara Docking Sejahtera (NDS), Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Sabtu sore (28/3). Kapal tug boat Batara VII dilalap api disertai ledakan beruntun yang memicu kepanikan warga di sekitar tepi Sungai Mentaya.
Peristiwa tersebut tak hanya menyebabkan kerugian materiil, namun juga menelan korban jiwa. Satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, satu orang mengalami luka di bagian kepala, dan satu lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan data dari petugas di lapangan, insiden bermula sekitar pukul 17.30 WIB, menjelang waktu Magrib. Saat itu, aktivitas masih berlangsung di area docking kapal.
Tiba-tiba, saksi mata mendengar suara ledakan dari arah kapal tug boat yang tengah berada di lokasi perbaikan. Tak lama berselang, kobaran api langsung membesar dan disusul asap hitam pekat yang membumbung tinggi.
Beberapa rekaman CCTV di sekitar lokasi juga memperlihatkan adanya lebih dari satu kali ledakan sebelum api tak terkendali. Ledakan tersebut diduga berasal dari tangki bahan bakar minyak (BBM) di sekitar kapal atau area dermaga.
Di tengah kepanikan, para pekerja dan warga sekitar berusaha menyelamatkan diri. Namun nahas, tidak semua berhasil keluar dari lokasi dengan selamat.
Dugaan Penyebab
Kepala Seksi Humas Disdamkarmat Kotim, Herry Wahyudi, mengungkapkan bahwa kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas di area yang berhubungan dengan BBM.
“Selain itu, ada juga laporan dugaan sambaran petir yang mengenai peralatan di tongkang, sehingga memicu ledakan awal sebelum api membesar,” ujarnya.
Namun, pihak berwenang masih mendalami penyebab pasti kebakaran.
Proses Pemadaman
Api yang cepat membesar akibat bahan mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung dramatis. Petugas harus berjibaku selama hampir tiga jam untuk mengendalikan si jago merah.
Tim gabungan dari berbagai instansi diterjunkan, termasuk KSOP Kelas III Sampit, kepolisian, BPBD, hingga relawan. Bantuan foam extinguisher juga digunakan untuk mempercepat pemadaman di area yang dipenuhi bahan bakar.
Korban dan Pencarian
Data sementara mencatat tiga korban dalam insiden ini:
- 1 orang meninggal dunia (ditemukan hangus terbakar)
- 1 orang luka di bagian kepala
- 1 orang masih hilang dan dalam pencarian
Tim gabungan, termasuk Basarnas dan polisi perairan, masih melakukan penyisiran untuk menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya.
Penyelidikan Berjalan
Kasus ini kini ditangani oleh Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah. Aparat masih mengumpulkan bukti dan tidak menutup kemungkinan melibatkan tim laboratorium forensik untuk mengungkap penyebab kebakaran secara ilmiah.
Halaman: 1 2


















































