Radarsampit.com – Marc Márquez kembali menunjukkan dominasinya di Sirkuit Sachsenring setelah meraih kemenangan pada Sprint Race MotoGP Jerman 2026. Dilansir dari Motosan, pembalap Ducati Lenovo itu menyebut start yang sempurna menjadi faktor paling menentukan dalam mengamankan kemenangan di lintasan yang telah lama menjadi salah satu favoritnya.
Balapan Sprint kali ini berlangsung dengan format grid baru yang memberikan jarak lebih lebar antarbaris maupun antar pembalap. Perubahan tersebut diterapkan untuk meningkatkan keselamatan saat memasuki tikungan pertama, yang dalam beberapa seri sebelumnya kerap menjadi lokasi insiden.
Meski demikian, perubahan tersebut sama sekali tidak menyulitkan Marc Márquez. Begitu lampu start padam, juara dunia delapan kali itu langsung melesat dengan reaksi yang sangat baik. Ia berhasil mempertahankan posisi terdepan sejak tikungan pertama dan menghindari kepadatan rombongan pembalap di belakangnya.
Keunggulan itu menjadi modal penting karena karakteristik Sachsenring dikenal menyulitkan pembalap untuk melakukan manuver menyalip. Dengan menguasai posisi terdepan sejak awal, Márquez dapat mengontrol ritme balapan hingga garis finis.
Di belakangnya, Alex Márquez terus memberikan tekanan. Pembalap BK8 Gresini Ducati tersebut sempat memangkas selisih waktu pada beberapa lap terakhir, tetapi tidak berhasil menemukan celah untuk merebut posisi pertama.
Marc Márquez akhirnya menyentuh garis finis sebagai pemenang, disusul Alex Márquez di posisi kedua dan Fabio Di Giannantonio yang melengkapi podium ketiga. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang dominasi Ducati dalam Sprint Race MotoGP Jerman.
Kemenangan ini juga menjadi catatan bersejarah bagi Marc Márquez. Ia kini mengoleksi 19 kemenangan Sprint Race pada hari Sabtu, menjadikannya pembalap dengan rekor kemenangan terbanyak dalam format balapan singkat MotoGP.
Usai balapan, Marc mengakui sang adik memberikan tekanan besar hingga lap terakhir.
“Alex terus menekan dan semakin mendekat, terutama pada tikungan-tikungan terakhir. Saya berusaha menjaga ritme tetap konsisten, tetapi dia mampu memangkas jarak sedikit demi sedikit. Besok kami akan melihat apakah penggunaan ban medium bisa memberikan hasil yang lebih baik, tetapi saya berharap hasil akhirnya tetap sama,” ujar Márquez.
Sementara itu, Alex Márquez mengaku telah mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimiliki meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.
Menurut Alex, ia harus membalap dengan sedikit lebih berhati-hati karena masih merasakan keterbatasan akibat cedera sebelumnya. Meski demikian, finis di posisi kedua dengan selisih yang sangat tipis dari sang kakak menjadi hasil yang memuaskan.
“Saya memberikan kemampuan terbaik di setiap tikungan. Saya belum bisa memaksakan diri sepanjang balapan karena kondisi fisik belum sepenuhnya pulih. Namun bisa finis sangat dekat dengan Marc membuat saya senang. Hasil ini sangat penting setelah kecelakaan yang saya alami di Montmeló,” katanya.
Di sisi lain, Fabio Di Giannantonio juga puas berhasil mengamankan podium ketiga. Pembalap Pertamina VR46 Racing Team tersebut mengungkapkan target utamanya memang membawa pulang poin sebanyak mungkin.
Ia mengaku sempat mencoba mengejar Alex Márquez, tetapi karakter Sachsenring yang sempit membuat peluang menyalip sangat terbatas. Mengambil risiko besar pada lap-lap terakhir dinilai tidak sepadan dengan potensi kehilangan poin.
“Bagi saya, target hari ini adalah naik podium dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Saya sempat memiliki kecepatan yang cukup baik, tetapi sangat sulit mencari ruang untuk menyalip di Sachsenring. Karena itu, finis ketiga sudah menjadi hasil yang sangat memuaskan,” tutur Di Giannantonio.
Dengan kemenangan Sprint Race tersebut, Marc Márquez kembali menegaskan statusnya sebagai penguasa Sachsenring. Bekal positif itu sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya menghadapi balapan utama MotoGP Jerman 2026, di mana ia kembali difavoritkan untuk meraih kemenangan.
Halaman: 1 2

















































