SMKN 2 Sampit Gelar Buka Puasa Bersama dan Tausiah Ramadan

6 hours ago 3

Sampit, radarsampit.com – Keluarga besar SMK Negeri 2 Sampit menggelar kegiatan buka puasa bersama di Aula Merah Putih dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan ini diikuti oleh siswa, guru, serta staf sekolah dengan suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan.

Acara dimulai sekitar pukul 16.45 WIB dengan khataman Al-Qur’an yang dibacakan oleh tiga siswa SMKN 2 Sampit, yakni Matriyadi dari kelas XI TKJ 3, Ali Yudhin dari kelas X TSM 1, serta satu siswa lainnya. Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an tersebut berlangsung dengan merdu dan menambah kekhusyukan suasana menjelang waktu berbuka.

Kepala SMKN 2 Sampit, Ahmad Arifin, menyampaikan sambutan dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Aula Merah Putih. Ia mengingatkan siswa untuk memanfaatkan waktu menjelang berbuka dengan berdoa dan memperbanyak ibadah.

Setelah pembacaan Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ahmad Arifin, S.TP., MT selaku kepala sekolah. Dalam sambutannya ia mengingatkan para siswa untuk memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa dengan kegiatan yang bermanfaat.

“Di waktu ini merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Jangan sia-siakan waktu ini untuk melakukan hal lain. Mari kita merenungkan diri, berdoa dengan khusyuk, memperhatikan tausiah, dan tidak berbicara hal yang tidak perlu,” ujarnya.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Dwi Sulistiyo, M.Ag. Dalam ceramahnya, ia mengangkat tema “Perbanyak Ibadah dan Perbaiki Akhlak untuk Meraih Keutamaan Bulan Ramadan.”

Ustaz Dwi Sulistiyo menyampaikan tausiah Ramadan kepada siswa SMKN 2 Sampit dalam kegiatan buka puasa bersama. Dalam ceramahnya ia mengajak generasi muda untuk memperbanyak ibadah serta tidak mudah mengikuti tren tanpa prinsip.

Dalam tausiah tersebut, Ustaz Dwi menyinggung fenomena FOMO (Fear of Missing Out) yang sering terjadi di kalangan generasi muda. Menurutnya, tidak semua tren yang diikuti merupakan hal yang buruk, namun harus disikapi dengan bijak.

Halaman: 1 2

Read Entire Article
Desa Alam | | | |