INDRAMAYU – Babinsa Desa Tugu Kidul, Koramil 1607/Sliyeg, Serka Dadan Wahyudin, melaksanakan silaturahmi dan komunikasi sosial bersama pamong desa untuk mendukung kelancaran Musim Tanam Sadon Tahun 2026, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung di Balai Desa Tugu Kidul, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pertemuan difokuskan pada penguatan koordinasi guna meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung program ketahanan pangan nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Raksa Bumi Desa Tugu Kidul, Musnadi, Bekel Cangiwang, serta unsur pemerintahan desa. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dengan membahas berbagai kebutuhan dan kendala yang berpotensi dihadapi petani.
Sejumlah agenda utama yang dibicarakan meliputi kelancaran distribusi air irigasi, ketersediaan pupuk, penyaluran sarana produksi pertanian, serta keamanan lingkungan selama berlangsungnya kegiatan pertanian.
Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap potensi permasalahan dapat diketahui dan ditangani sejak dini. Dengan demikian, proses pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen diharapkan berjalan aman dan lancar.
Serka Dadan Wahyudin mengatakan, komunikasi yang baik antara Babinsa, pemerintah desa, dan para petani menjadi salah satu fondasi keberhasilan pembangunan sektor pertanian.
“Melalui komunikasi sosial ini, kita dapat menyatukan langkah dan mencari solusi terhadap berbagai kebutuhan petani. Kelancaran irigasi, ketersediaan pupuk, serta keamanan lingkungan merupakan faktor penting untuk mendukung keberhasilan musim tanam dan meningkatkan hasil panen demi ketahanan pangan nasional, ” ujar Serka Dadan Wahyudin.
Raksa Bumi Desa Tugu Kidul, Musnadi, menyambut positif keterlibatan Babinsa dalam membantu mengoordinasikan persiapan musim tanam. Kehadiran aparat kewilayahan dinilai dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah desa, petani, dan pihak terkait lainnya.
Danramil 1607/Sliyeg, Lettu Cke Anton Susilo, S.Kom., menegaskan bahwa jajaran Koramil akan terus mendukung setiap kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah.
“Babinsa harus terus hadir di tengah masyarakat sebagai penghubung dan motivator. Melalui komunikasi yang intensif dengan pemerintah desa dan para petani, berbagai permasalahan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga solusi dapat segera dilakukan, ” kata Lettu Cke Anton Susilo.
Menurutnya, sinergi TNI, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menyukseskan program ketahanan pangan. Pendampingan Babinsa diharapkan mampu meningkatkan semangat petani sekaligus mendorong pengelolaan pertanian yang lebih optimal.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Hasil koordinasi diharapkan dapat menjaga kelancaran Musim Tanam Sadon 2026 serta memperkuat peran Desa Tugu Kidul sebagai salah satu wilayah pendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan. (Pers)

1 day ago
7

















































