Feby Novalius
, Jurnalis-Jum'at, 20 Februari 2026 |05:05 WIB

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia naik pada triwulan IV-2025 menjadi USD 431,7 miliar. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia naik pada triwulan IV-2025 menjadi USD 431,7 miliar. Penyebabnya adalah aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Sebagai salah satu instrumen pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel, dengan pemanfaatan yang diarahkan untuk mendukung program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal dan memperkuat perekonomian nasional.
Sementara itu, posisi ULN swasta tercatat sebesar USD 192,8 miliar pada triwulan IV-2025, menurun dibandingkan USD 194,5 miliar pada triwulan III-2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh ULN perusahaan nonkeuangan (non-financial corporations).
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari: sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 79,9% dari total ULN swasta. ULN swasta tetap didominasi utang jangka panjang, dengan pangsa 76,3% dari total ULN swasta.
Secara keseluruhan, struktur ULN Indonesia tetap sehat, tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,9% pada triwulan IV-2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,7% dari total ULN.
Baca Selengkapnya: Utang Luar Negeri RI Naik Jadi USD431,7 Miliar, BI Pastikan Struktur Tetap Sehat
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.


















































