SAMPIT, Radarsampit.com – Perjalanan menuju tempat kerja berubah menjadi pengalaman traumatis bagi Syifa Aurahmah, 20. Warga Kecamatan Kota Besi, Kotawaringin Timur (Kotim), itu menjadi korban perampokan saat melintas di jalur Kota Besi-Sampit, Rabu (16/9/2026) pagi.
Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, Syifa mengendarai sepeda motor dari rumah menuju Sampit untuk bekerja. Ia melintasi jalan yang selama ini menjadi rute rutinnya.
Namun, ketika memasuki kawasan kilometer 7, Kecamatan Baamang, situasi berubah. Seorang pria yang tidak dikenal disebut membuntuti Syifa menggunakan sepeda motor.
Pelaku terus mengikuti korban hingga berada di kawasan yang relatif sepi. Lokasi tersebut diketahui merupakan area bekas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terpasang garis polisi.
Minimnya aktivitas warga maupun kendaraan membuat kawasan tersebut cukup lengang. Kondisi itu dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya.
Pria tersebut kemudian memotong laju kendaraan Syifa dan menghadangnya. Dalam kondisi terkejut dan ketakutan, korban diancam dan diminta menyerahkan sepeda motor yang dikendarainya.
Syifa berusaha mempertahankan kendaraan tersebut. Ia kemudian meminta pelaku mengambil barang-barang miliknya saja karena sepeda motor yang digunakan merupakan milik ibunya.
“Jangan ambil motor ini, ini punya ibu saya. Kalau mau, ambil barang-barang saya saja,” ujar Syifa, sebagaimana dituturkan kembali oleh sang kakak, Nila.
Permintaan tersebut kemudian dituruti pelaku. Namun, sejumlah barang berharga milik korban akhirnya dibawa kabur.
Pelaku mengambil telepon genggam iPhone 13 berwarna pink. Tidak berhenti sampai di situ, pelaku juga merampas sejumlah perhiasan yang dikenakan Syifa.
Kalung yang berada di leher korban ditarik setelah jaketnya dibuka paksa. Dua gelang dan empat cincin emas turut diambil. Bahkan, kartu tanda penduduk (KTP) milik Syifa juga ikut dibawa pelaku.
Setelah mendapatkan barang-barang tersebut, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motornya. Syifa ditinggalkan seorang diri di kawasan jalan yang sepi.
Total kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai sekitar Rp16 juta. Selain kehilangan barang berharga, kejadian tersebut meninggalkan rasa takut bagi Syifa dan keluarganya.
Peristiwa itu kini menjadi perhatian keluarga korban, terlebih jalur Kota Besi-Sampit merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas setiap hari.
Keluarga Syifa telah melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Laporan itu diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengungkap identitas pelaku dan mengamankan barang bukti.
Keluarga juga berharap pelaku segera ditangkap sehingga kejadian serupa tidak kembali menimpa pengguna jalan lainnya.
Kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Informasi lebih lanjut mengenai identitas pelaku maupun perkembangan penyelidikan masih menunggu keterangan resmi dari aparat.


















































