Erupsi Anak Krakatau Batalkan Penerbangan, Penumpang Sampit Rela Tempuh Jakarta-Surabaya Demi Pulang

1 day ago 11

SAMPIT, radarsampit.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau mengacaukan perjalanan udara dari Jakarta menuju Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (6/9/2026).

Dua penerbangan menuju Bandara H Asan Sampit dibatalkan akibat penutupan sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dan potensi sebaran abu vulkanik.

Kondisi tersebut membuat sejumlah penumpang harus mencari jalur alternatif untuk kembali ke Kalimantan Tengah. Salah satunya Indah Rusmini, penumpang asal Sampit yang terpaksa menempuh perjalanan darat menggunakan kereta api dari Jakarta menuju Surabaya sebelum melanjutkan penerbangan ke Sampit.

Dua Penerbangan ke Sampit Batal

Pihak Bandara H Asan Sampit mengonfirmasi dua penerbangan yang terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Penerbangan Super Air Jet nomor IU350/IU351 rute Jakarta (CGK)-Sampit (SMQ)-Jakarta (CGK) dibatalkan.

Penerbangan Nam Air nomor IN242/IN243 dengan rute Surabaya (SUB)-Sampit (SMQ)-Surabaya (SUB) juga mengalami pembatalan.

PIC CAPT Bandara H Asan Sampit, Alfiansyah, mengatakan pembatalan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan dan kelancaran penerbangan.

“Untuk hari ini terdapat dua rute yang mengalami pembatalan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Super Air Jet rute Jakarta-Sampit PP dan Nam Air rute Surabaya-Sampit PP,” kata Alfiansyah.

Khusus penerbangan Nam Air, pembatalan juga dipengaruhi rangkaian penerbangan pesawat yang sama. Pesawat tersebut sebelumnya dijadwalkan melayani rute Jakarta-Pangkalan Bun-Surabaya-Sampit.

“Untuk Nam Air tersebut turut dibatalkan karena menggunakan pesawat yang sama rute Jakarta-Pangkalan Bun-Surabaya-Sampit. Tadi pagi rute Jakarta-Pangkalan Bun sudah batal sehingga rangkaian penerbangan selanjutnya turut terdampak,” jelasnya.

Penumpang Pilih Jalur Darat

Indah mengatakan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau sebenarnya sudah diterimanya sejak Sabtu malam. Namun, saat itu belum ada kepastian mengenai pembatalan penerbangan.

“Sebetulnya mulai bereaksi itu dari semalam. Sudah ada berita tentang erupsi Gunung Anak Krakatau, tetapi belum ada informasi penerbangan dibatalkan atau cancel,” kata Indah, Minggu (6/9).

Kepastian pembatalan baru diterimanya setelah maskapai dan pengelola bandara menyampaikan penerbangan tidak dapat beroperasi.

Menurut Indah, Bandara Soetta awalnya ditutup mulai pukul 06.00 hingga 09.30 WIB. Namun, penutupan kemudian diperpanjang hingga pukul 13.30 WIB dan saat itu belum diketahui kapan operasional kembali normal.

“Pertama mulai pukul 06.00 sampai 09.30 bandara tidak beroperasi. Ternyata diperpanjang lagi dari pukul 09.30 sampai 13.30 dan belum bisa ditentukan sampai kapan dibuka kembali,” ujarnya.

Penumpang terdampak, kata Indah, tidak mendapatkan pengalihan penerbangan ke bandara lain. Pihak maskapai mengarahkan penumpang untuk mengurus pengembalian dana atau refund penuh.

Namun, karena harus segera kembali ke Sampit untuk keperluan pekerjaan, Indah memilih mencari alternatif perjalanan sendiri.

“Saya memang harus pulang karena terkait pekerjaan. Jadi mau tidak mau saya ambil inisiatif naik kereta,” ungkapnya.

Tiket Kereta Ikut Diburu Penumpang

Perjalanan mencari tiket kereta api pun tidak mudah. Indah awalnya mendatangi Stasiun Gambir untuk mencari perjalanan menuju Surabaya. Namun, tiket telah habis karena banyak penumpang terdampak penutupan bandara memilih jalur yang sama.

“Saya tidak dapat tiket di Stasiun Gambir karena sudah penuh. Tiket sudah habis terjual. Akhirnya saya bergeser ke Pasar Senen,” ucapnya.

Halaman: 1 2

Read Entire Article
Desa Alam | | | |