NANGA BULIK, radarsampit.com – Dua mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kabupaten Lamandau yang sempat mangkrak, bahkan salah satunya tidak beroperasi lebih dari satu dekade (10 tahun lebih), kini kembali hidup.
Armada tersebut berhasil diperbaiki secara bertahap oleh mekanik Karya Teknik Agri Group (PT Gemareksa) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Perbaikan dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan armada untuk menangani karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Lamandau. Perusahaan tidak hanya membantu melalui dukungan di lapangan, tetapi juga menurunkan mekanik untuk memperbaiki kendaraan Damkar yang mengalami kerusakan.
Manager Teknik Karya Teknik Agri Group (PT Gemareksa), Agus Dwi Syahputra, mengatakan pihaknya berencana memperbaiki tiga unit kendaraan Damkar yang mengalami masalah atau mati total.
Proses perbaikan dilakukan secara bertahap. Hingga hari kedua pengerjaan, dua unit kendaraan sudah berhasil dihidupkan kembali.
“Dari tiga unit Damkar yang berencana kita perbaiki, hari kedua ini sudah ada dua mobil yang berhasil jalan,” ujar Dwi.
Ada Armada Mati Lebih dari 10 Tahun
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lamandau, Triadi, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, keberadaan mekanik perusahaan membantu menghidupkan kembali sejumlah armada lama yang sebelumnya hanya terparkir karena mengalami kerusakan.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan montir atau mekanik dari pihak perusahaan ini. Beberapa mobil tua yang sebelumnya tidak bisa digunakan akhirnya bisa jalan lagi,” kata Triadi.
Triadi menjelaskan, dari total armada Damkar yang dimiliki pemerintah daerah, saat ini hanya lima kendaraan yang masih dalam kondisi sehat. Tiga unit digunakan untuk operasional, sedangkan dua lainnya disiapkan sebagai kendaraan cadangan.
Sementara tiga unit lainnya mengalami kerusakan total dan belum dapat digunakan. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi usia kendaraan yang sudah cukup tua.
“Kendaraan yang mati total itu memang cukup tua. Ada yang sudah lebih dari 10 tahun mati, bahkan ada yang pengadaan sejak baru pemekaran dulu,” ungkapnya.
Meski belum bisa digunakan secara maksimal untuk menyemprotkan air karena mesin penyemprot tidak berfungsi, dua kendaraan yang kembali hidup tersebut tetap dapat dimanfaatkan untuk menyuplai air ke lokasi karhutla.
Bupati Temukan Armada Mangkrak
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengatakan, keberadaan sejumlah armada yang mangkrak diketahui ketika dirinya melakukan pemantauan ke gudang Damkar.
Saat kebutuhan kendaraan meningkat untuk menangani karhutla di berbagai wilayah, sejumlah mobil justru hanya terparkir karena mengalami kerusakan.
“Satu dari zaman pemekaran, dua lagi usianya sudah 10 tahun lebih. Kalau menunggu diantar ke bengkel, cukup lama antre perbaikannya. Jadi kita minta bantuan perusahaan yang memiliki mekanik untuk bisa memperbaiki yang ringan-ringan agar segera hidup dan digunakan untuk membantu suplai air di lapangan,” ujar Rizky.
Menurutnya, dalam kondisi darurat seperti saat ini, setiap armada memiliki peran penting. Kendaraan yang sebelumnya tidak dapat beroperasi pun perlu diupayakan agar kembali dimanfaatkan sesuai kemampuan masing-masing.
Ia mengapresiasi langkah Karya Teknik Agri Group (PT Gemareksa) yang ikut membantu memperbaiki armada Damkar pemerintah daerah.
Tambahan Armada di Tengah Karhutla
Dengan kembali beroperasinya dua kendaraan tersebut, Satpol PP dan Damkar Lamandau kini mendapat tambahan dukungan armada untuk mobilisasi air ke lokasi kebakaran.
Halaman: 1 2

















































