Pesona Riam Bahu Burung di Lamandau, Surga Tersembunyi dengan Sungai Jernih dan Spot Mancing Favorit

2 days ago 16

NANGA BULIK,Radarsampit.com – Kabupaten Lamandau kembali menyimpan pesona wisata alam yang belum banyak dikenal wisatawan. Salah satunya adalah Riam Bahu Burung yang berada di Kecamatan Bulik Timur. Kawasan ini menawarkan panorama sungai yang masih alami, hutan tropis yang lebat, serta menjadi salah satu lokasi favorit bagi para penghobi memancing.

Keindahan kawasan tersebut baru-baru ini ditinjau langsung oleh Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, bersama sejumlah warga dan tokoh masyarakat, H. Tommy Hermal Ibrahim. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung potensi wisata sekaligus menjajaki pengembangan kawasan sebagai destinasi unggulan di masa mendatang.

Selama menyusuri aliran Sungai Bulik, rombongan menikmati panorama alam yang masih terjaga. Air sungainya tampak jernih dengan hamparan bebatuan besar yang memiliki bentuk dan corak alami. Beberapa batu bahkan memiliki cekungan unik yang terbentuk secara alami selama bertahun-tahun.

Di sejumlah titik, rombongan menyempatkan diri berhenti untuk menikmati pemandangan, mengabadikan momen, hingga mencoba memancing ikan yang hidup di perairan berarus deras. Kawasan ini memang dikenal sebagai habitat berbagai jenis ikan air tawar seperti somah, jelawat batu, dan belida.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menilai Riam Bahu Burung memiliki daya tarik yang tidak kalah dibandingkan destinasi alam lain di daerah tersebut. Menurutnya, lokasi ini berpotensi menjadi magnet baru bagi wisatawan, terutama pecinta wisata alam dan aktivitas memancing.

“Selain Sungai Setongah, di Lamandau ada spot menarik lain yang tak kalah estetik, salah satunya Riam Bahu Burung di Kecamatan Bulik Timur. Biasanya orang datang ke sini untuk wisata memancing karena kawasan ini dikenal sebagai habitat ikan air deras, seperti ikan somah, jelawat batu, dan belida,” ujarnya.

Rizky juga mengungkapkan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kelestarian kawasan tersebut. Pemkab Lamandau berencana mengembangkan wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Bulik Timur Hulu menjadi kawasan konservasi sekaligus destinasi wisata berbasis alam.

Menurutnya, pengembangan wisata harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan agar ekosistem tetap terjaga. Dengan demikian, potensi wisata dapat dimanfaatkan tanpa mengorbankan kekayaan alam yang dimiliki.

Sementara itu, tokoh masyarakat Lamandau, H. Tommy Hermal Ibrahim, menyebut Riam Bahu Burung sebagai salah satu permata alam yang masih tersembunyi. Ia berharap kawasan tersebut tetap dijaga dari kerusakan sehingga dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Riam Bahu Burung adalah titisan surga yang tersembunyi di ujung Bulik Timur. Saya berharap keasriannya tetap terjaga dan keindahannya bisa dinikmati oleh anak cucu kita di masa mendatang,” ucap Tommy.

Tommy optimistis kawasan ini mampu menjadi salah satu ikon wisata alam Kabupaten Lamandau apabila dikelola secara berkelanjutan.

Dengan potensi alam yang dimiliki, Riam Bahu Burung dinilai layak masuk dalam daftar destinasi ekowisata Kalimantan Tengah. Perpaduan panorama sungai yang jernih, bentang alam berbatu, serta suasana hutan tropis menjadikan kawasan ini menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus mencari ketenangan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |