Pilkades Barru 2026: Menggeser Paradigma Pembangunan Fisik ke Kesejahteraan Riil ​

14 hours ago 2

Oleh: Muh. Ahkam Jayadi

​Menjelang Pilkades Serentak di Kabupaten Barru tahun 2026, atmosfer politik di warung-warung kopi mulai menghangat. 

Namun, ada satu pola lama yang harus kita dobrak, politik gaya lama yang hanya mengandalkan pembangunan fisik (infrastruktur) sebagai tolok ukur keberhasilan.

​Sudah saatnya warga Barru bertanya: Apa gunanya jalan beton mulus di depan rumah, jika dapur warga masih sulit berasap?

​Kesejahteraan Bukan "Proyek", Tapi "Hadir"

​Selama ini, banyak oknum calon Kepala Desa di Barru yang terjebak pada janji-janji fisik. Padahal, tantangan nyata masyarakat Barru di tahun 2026 adalah daya beli, lapangan kerja, dan kemandirian ekonomi. 

Kita tidak butuh Kades yang hanya pintar menghabiskan anggaran Dana Desa untuk proyek fisik yang bisa dititipkan lewat kontraktor. Kita butuh sosok yang mampu:

​Menjadi "Sales" Desa: 

Barru punya garis pantai yang panjang dan pegunungan yang subur. Kades 2026 harus mampu memasarkan produk unggulan desanya keluar daerah, bukan sekadar menunggu bantuan turun dari Pemkab.

​Menghentikan Ketergantungan Bantuan: 

Kesejahteraan sejati bukan tentang seberapa banyak warga menerima BLT, tapi seberapa banyak warga yang naik kelas sehingga tidak perlu lagi menerima bantuan. 

Apakah calon Kades Anda punya skema pemberdayaan UMKM yang konkret?

​Melawan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem: 

Ini adalah tugas berat. Kades yang kompeten adalah mereka yang tahu persis data warganya, siapa yang sakit, siapa yang putus sekolah, dan siapa yang tidak punya akses air bersih lalu menyelesaikannya dengan inovasi anggaran.

​Mentalitas "Raja Kecil" Harus Berakhir

​Pilkades 2026 harus menjadi kuburan bagi mentalitas "Raja Kecil" di tingkat desa mereka yang merasa berkuasa setelah terpilih namun sulit ditemui saat warga butuh bantuan.

Kesejahteraan masyarakat mustahil tercapai jika transparansi anggaran desa masih tertutup rapat di laci meja kerja sang Kades.

​DPRD Barru dan Pemerintah Kabupaten sudah menyiapkan regulasi, namun tanpa kualitas pemimpin desa yang mumpuni, aturan hanya akan menjadi tumpukan kertas.

Masyarakat Barru harus berani menagih pakta integritas ekonomi kepada para calon: Berapa target penurunan angka kemiskinan di desa ini dalam tiga tahun pertama?

Kesimpulan

​Warga Barru adalah pemilih yang cerdas. Jangan lagi tertipu oleh politik "uang bensin" atau janji perbaikan jalan yang sudah menjadi kewajiban pemerintah. 

Pilihlah mereka yang punya gagasan tentang bagaimana mengisi dompet warga melalui sektor produktif.

​Jika calon Kades hanya bicara soal pembangunan fisik tanpa menyentuh pemberdayaan ekonomi, maka bersiaplah melihat desa Anda jalan di tempat, sementara daerah lain sudah melesat maju.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |