BARRU - Momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menorehkan sejarah manis bagi masyarakat Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.
Desa yang dipimpin oleh Muhammad Toaha ini terpilih menjadi lokasi penempatan Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) berupa sapi kurban raksasa dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Sapi kurban berjenis Limousine dengan bobot fantastis hampir 1 ton tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, didampingi Wakil Bupati Barru di Dusun Mareppang, Desa Nepo, pada Selasa sore (26/5/2026).
Menanggapi kehormatan luar biasa ini, Kepala Desa Nepo, Muhammad Toaha, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan harunya.
Menurut Toaha, terpilihnya Desa Nepo sebagai penerima bantuan langsung dari Presiden adalah bukti nyata sinergi yang kuat antara pemerintah desa, daerah, hingga pusat.
"Ini adalah rezeki dan berkah yang sangat besar bagi masyarakat Desa Nepo. Dari sekian banyak desa, alhamdulillah kita mendapatkan kepercayaan dan kehormatan ini dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, " ungkap Muhammad Toaha dengan penuh semangat di sela-sela acara penyerahan.
Toaha juga langsung memanfaatkan momentum emas ini untuk membakar semangat warganya agar terus mendukung program-program strategis nasional demi kesejahteraan bersama.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Desa Nepo untuk terus solid dan mengawal program pemerintah pusat maupun daerah, termasuk program Makan Bergizi Gratis dan pengembangan Koperasi Merah Putih ke depan, " pungkas Toaha optimistis.
Apresiasi senada juga datang dari Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari. Di hadapan ratusan warga Desa Nepo yang memadati lokasi, Bupati menegaskan bahwa tidak semua wilayah berkesempatan mendapatkan perhatian langsung dari orang nomor satu di Indonesia tersebut.
“Hari ini tentu kita patut berbangga dan mensyukuri nikmat Allah SWT. Tidak semua daerah mendapatkan rezeki ini, tetapi alhamdulillah bantuan dari Bapak Presiden ditempatkan di Desa Nepo, ” ujar Andi Ina.
Andi Ina menilai, penempatan sapi kurban Kepresidenan di basis kepemimpinan Kades Muhammad Toaha ini menjadi potret perhatian khusus pemerintah kepada masyarakat Mallusetasi yang selama ini konsisten memberikan dukungan besar terhadap jalannya roda pemerintahan.
Hal yang paling membanggakan bagi warga Desa Nepo, sapi kurban milik Presiden RI ini bukanlah komoditas yang didatangkan dari luar daerah, melainkan murni hasil dari inovasi sektor peternakan lokal Barru.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Barru, Andi Muhammad Nur, membeberkan bahwa sapi premium ini lahir di Desa Kading melalui metode Inseminasi Buatan (IB) oleh petugas lokal.
Berikut adalah spesifikasi teknis sapi kurban kepresidenan yang mendarat di Desa Nepo:
- Jenis Sapi Limousine (Eksotik Premium).
- Asal / Tempat Lahir Desa Kading, Kec. Tanete Riaja, Barru.
- Metode Pengembangan Inseminasi Buatan (IB) Petugas Lokal Barru.
- Bobot Hidup Terakhir 908, 5 Kilogram (Data April 2026).
- Estimasi Berat Daging ± 350 Kilogram.
- Nilai Ekonomi / Harga Rp 88.000.000, -
“Ini merupakan sapi lokal Barru hasil inseminasi buatan oleh petugas kami. Harganya disepakati sebesar Rp88 juta dan estimasi daging murninya mencapai sekitar 350 kilogram, ” urai Andi Muhammad Nur.
Hadirnya sapi premium di Desa Nepo ini diharapkan menjadi stimulus kuat bagi ambisi Pemkab Barru untuk bertransformasi menjadi salah satu sentra pengembangan sapi eksotik bernilai ekonomi tinggi di Sulawesi Selatan, seperti jenis Limousine, Brahman, Angus, dan Brangus.
Prosesi penyerahan yang berlangsung khidmat ini turut dikawal ketat dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Barru, Ketua PMI Barru, Inspektur Daerah, jajaran Kepala Dinas, Kasatpol PP Damkar, serta unsur Forkopimca Mallusetasi (Camat, Danramil, Kapolsek) bersama tokoh masyarakat desa setempat.
Ditargetkan, distribusi daging kurban raksasa ini akan menyasar warga yang membutuhkan secara merata.

6 days ago
2

















































