Terbentur Keterbatasan Anggaran, Kepala Desa Tabo-Tabo Berharap Potensi Lokal Tetap Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Warga

9 hours ago 5

PANGKEP SULSEL– Keterbatasan anggaran menjadi tantangan besar yang dihadapi Pemerintah Desa Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Di tengah kondisi tersebut, Kepala Desa Tabo-Tabo, Hairil Anwar, S.Sos., M.M., mengaku sejumlah program pembangunan desa yang telah direncanakan belum dapat direalisasikan.

Saat ditemui beberapa hari lalu di kediamannya desa Tabo Tabo, untuk membahas pengembangan potensi lokal, Hairil Anwar mengatakan bahwa banyak program desa yang kini tertunda karena keterbatasan dana yang tersedia. Menurutnya, pembangunan desa memerlukan dukungan anggaran yang memadai agar dapat berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah desa merasakan semakin beratnya tantangan dalam membangun desa. Hampir setiap program, baik pembangunan fisik maupun pemberdayaan masyarakat, membutuhkan biaya sehingga pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada.

Meski menghadapi berbagai kendala, Hairil Anwar menegaskan bahwa semangat pemerintah desa untuk memajukan Tabo-Tabo tidak pernah surut. Ia bersama perangkat desa terus mencari berbagai cara agar potensi yang dimiliki desa tetap dapat dikembangkan.

Salah satu fokus utama yang kini menjadi perhatian adalah pemanfaatan lahan-lahan tidur yang tersebar di sejumlah wilayah Desa Tabo-Tabo. Menurutnya, lahan yang selama ini belum dimanfaatkan memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat apabila dikelola secara maksimal.

Ia menjelaskan bahwa kondisi alam Desa Tabo-Tabo sangat mendukung pengembangan berbagai komoditas pertanian dan perkebunan seperti cengkeh, pisang, jeruk, rambutan, dan tanaman produktif lainnya. Potensi tersebut diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Hairil Anwar mengajak seluruh warga agar tidak membiarkan lahannya terbengkalai. Ia berharap masyarakat mulai memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk ditanami tanaman bernilai ekonomi sehingga dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan desa.

Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemanfaatan lahan tidur juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga. Dengan semakin banyak lahan yang dikelola, kebutuhan tenaga kerja di sektor pertanian dan perkebunan juga akan meningkat.

Menurut Hairil Anwar, semangat gotong royong harus terus dijaga agar keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang dalam membangun desa. Kebersamaan masyarakat menjadi modal penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Ia juga berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah serta berbagai pihak lainnya terhadap desa-desa yang sedang berupaya menggali potensi lokal. Dukungan tersebut dinilai akan mempercepat lahirnya berbagai program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hairil Anwar optimistis bahwa potensi lokal yang dimiliki Desa Tabo-Tabo akan menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, desa diyakini mampu berkembang menjadi kawasan pertanian dan perkebunan yang produktif.

Di akhir keterangannya, Hairil Anwar berharap berbagai keterbatasan yang dihadapi saat ini tidak mengurangi semangat masyarakat untuk terus berkarya. Baginya, membangun desa merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama, ketekunan, dan komitmen seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya Desa Tabo-Tabo yang mandiri, maju, dan sejahtera. ( Herman Djide)

Read Entire Article
Desa Alam | | | |