Hotspot di Kotim Capai 415 Titik, Kabut Asap Mulai Selimuti Kota Sampit

1 day ago 14

SAMPIT, Radarsampit.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau. Hingga Sabtu (18/7/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat sebanyak 415 titik panas (hotspot) tersebar di 17 kecamatan. Dampaknya mulai dirasakan masyarakat dengan munculnya kabut asap yang menyelimuti Kota Sampit pada Minggu (19/7/2026) pagi.

Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit pada pukul 07.00 WIB, kondisi cuaca di wilayah Sampit dipenuhi kabut asap sehingga jarak pandang menurun drastis hingga sekitar 800 meter. Saat pengamatan dilakukan, suhu udara berada di angka 21,9 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 98 persen. Sementara itu, kondisi angin terpantau tenang atau calm tanpa kecepatan yang signifikan.

Fenomena kabut asap tersebut diduga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas karhutla yang terjadi di berbagai wilayah Kotim dalam beberapa pekan terakhir.

“Sekarang bau asap sudah mulai terasa, terutama pada pagi hari. Langit juga terlihat kusam seperti mendung, padahal tidak ada tanda-tanda hujan,” ujar Adi, warga Jalan Kapten Mulyono, Sampit.

Data BPBD menunjukkan, Kecamatan Kota Besi menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 92 titik. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Antang Kalang dengan 76 titik panas, disusul Mentaya Hulu sebanyak 34 titik, Baamang 26 titik, serta Telaga Antang dan Mentawa Baru Ketapang yang masing-masing mencatat 25 hotspot.

Meski demikian, jumlah hotspot yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan banyaknya kejadian kebakaran. Hingga 18 Juli 2026, BPBD mencatat 84 peristiwa karhutla, dengan 76 kejadian berhasil ditangani oleh tim gabungan. Total luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 171,3933 hektare.

Untuk frekuensi kebakaran, wilayah perkotaan justru menjadi yang paling sering mengalami kejadian. Kecamatan Mentawa Baru Ketapang tercatat mengalami 32 kasus karhutla, sedangkan Kecamatan Baamang menyusul dengan 29 kejadian.

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit memprakirakan peluang terbentuknya awan hujan di wilayah Kotim pada 19–20 Juli 2026 masih sangat rendah. Kondisi tersebut membuat potensi turunnya hujan untuk membantu memadamkan titik api diperkirakan belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Selain itu, hasil analisis parameter cuaca menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotawaringin Timur, berada pada kategori sangat mudah terbakar. Kondisi ini meningkatkan risiko meluasnya kebakaran apabila tidak dilakukan upaya pencegahan.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Langkah cepat dinilai penting untuk mencegah meluasnya karhutla sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |