BARRU - Dunia perkuliahan sering kali diasosiasikan dengan teori rumit yang jauh dari realitas masyarakat. Namun, pandangan ini berhasil dipatahkan oleh Firda Anugrah Nasywaah, mahasiswa Program Studi Ilmu Aktuaria angkatan 2023 Universitas Hasanuddin (Unhas).
Melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116, Firda sukses menerjemahkan teori asuransi dan keuangan yang rumit menjadi metode praktis yang langsung bisa diterapkan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pao-Pao, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.
Inisiatif ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi di lapangan. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024, tingkat inklusi keuangan masyarakat terus meningkat, namun hal tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh literasi keuangan yang memadai.
Hal ini terbukti nyata saat Firda melakukan observasi di Desa Pao-Pao. Mayoritas pelaku UMKM terbiasa menggunakan seluruh keuntungan usaha tanpa menyisihkan dana cadangan untuk mengantisipasi ketidakpastian.
"Padahal, risiko seperti kerusakan bahan baku, penurunan jumlah pembeli secara mendadak, hingga kerusakan alat produksi bisa terjadi kapan saja dan mengancam kelangsungan usaha, " ungkap Firda.
Untuk memastikan materi tepat sasaran, program pendampingan ini dilakukan secara door-to-door. Dua pelaku usaha lokal yang menjadi pilot project adalah Usaha Anjaya Telur Asin Bakar di Dusun Pucue serta Depot Air Minum Mangga Dua di Dusun Bontopenno.
Menariknya, mahasiswa asal Unhas ini memutar otak untuk mengadaptasi konsep ilmu aktuaria seperti analisis frekuensi risiko, tingkat kerugian (severity), hingga safety loading menjadi tabel perhitungan yang sangat sederhana.
Dengan panduan ini, pelaku UMKM dapat dengan mudah menghitung persentase ideal keuntungan yang wajib disisihkan setiap bulannya sebagai dana darurat.
Sebagai puncak dari program pengabdian ini, Firda merangkum seluruh metode tersebut ke dalam sebuah buku panduan praktis berjudul “Panduan Manajemen Risiko Usaha Mikro”. Dokumen penting ini resmi diserahkan kepada Pemerintah Desa Pao-Pao di Kantor Desa pada Senin (27/7/2026).
Langkah inovatif ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari Kepala Desa Pao-Pao, Syamsul Bahri, SE, MM. Ia menilai kehadiran mahasiswa KKN Unhas memberikan dampak nyata bagi perekonomian lokal.
"Ke depan, apabila ada kegiatan atau forum desa yang melibatkan pelaku UMKM, kami akan mengarahkan mereka menggunakan buku panduan beserta template perhitungan yang telah disiapkan. Ini menjadi rekomendasi yang sangat bermanfaat dalam mitigasi risiko usaha masyarakat, " puji Syamsul.
Melalui sinergi antara dunia akademis dan potensi lokal ini, kehadiran mahasiswa KKN-T Unhas di Desa Pao-Pao tidak hanya meninggalkan kesan mendekatkan teori kampus ke tengah masyarakat, tetapi juga membekali UMKM lokal agar kian tangguh, mandiri, dan siap menghadapi dinamika ekonomi di masa depan.

12 hours ago
6

















































