Radarsampit.com – Pembalap KTM, Pedro Acosta, kembali menunjukkan performa impresif pada MotoGP Hungaria 2026. Meski gagal meraih kemenangan, rider muda asal Spanyol itu sukses finis di posisi kedua setelah terlibat duel sengit dengan Marc Marquez sepanjang balapan di Sirkuit Balaton Park.
Dilansir dari Motosan, Acosta mengaku menikmati pertarungan melawan juara dunia MotoGP tersebut meskipun pada akhirnya harus mengakui keunggulan pembalap Ducati itu. Bahkan, ia menggambarkan kecepatan Marquez saat menyalipnya seperti sedang melewati sebuah chicane bergerak.
Hasil di Hungaria menjadi salah satu pencapaian terbaik Acosta musim ini sekaligus memperlihatkan perkembangan signifikan yang berhasil dicapai KTM dalam beberapa seri terakhir.
Awal Balapan yang Menjanjikan
Sejak sesi latihan bebas, Pedro Acosta sudah menunjukkan kecepatan yang menjanjikan. Ia menjadi pembalap tercepat pada sesi Practice hari Jumat dan berhasil mengamankan posisi kedua saat kualifikasi.
Performa positif tersebut berlanjut saat Sprint Race. Acosta mampu mempertahankan posisi kedua hingga garis finis dan membawa kepercayaan diri tinggi menuju balapan utama pada Minggu.
Saat lampu start padam, pembalap berusia muda itu langsung tampil agresif. Ia bahkan sempat memimpin jalannya lomba dan menciptakan jarak dengan para rivalnya pada lap-lap awal.
Menurut Acosta, strategi yang disiapkan tim sebenarnya berjalan sesuai rencana pada fase awal balapan.
“Kami menjalani akhir pekan yang sangat baik. Ritme balapan juga cukup kompetitif. Kami mencoba segala cara untuk meraih kemenangan dan memainkan strategi yang sudah disusun sebelumnya,” ungkap Acosta.
Strategi Ban Jadi Penentu
Meski sempat memimpin, situasi mulai berubah ketika balapan memasuki pertengahan lomba. Acosta merasakan performa motornya mulai menurun, terutama terkait stabilitas dan daya cengkeram ban belakang.
Ia mengakui pilihan ban yang digunakan ternyata tidak bekerja sebaik yang diharapkan.
Sebelumnya, Acosta sudah mencoba ban medium pada beberapa sesi latihan. Namun ia merasa kompon tersebut tidak cukup kompetitif untuk digunakan dalam balapan utama.
Karena itu, KTM memilih strategi berbeda dengan berharap mampu membangun keunggulan sejak awal lomba.
Awalnya rencana tersebut berjalan baik. Acosta bahkan mampu menjauh dari rombongan pembalap lain. Namun seiring bertambahnya lap, kondisi ban mulai mengalami penurunan performa.
“Pada awal balapan saya bisa membuka jarak. Tetapi memasuki pertengahan lomba, motor mulai kehilangan stabilitas dan saya mengalami lebih banyak kesulitan dibandingkan hari sebelumnya,” jelasnya.
Meski demikian, ia tetap bersyukur mampu menjaga posisi kedua dan menciptakan selisih yang cukup aman dari pembalap di belakangnya.
Duel Sengit Melawan Marc Marquez
Salah satu sorotan utama MotoGP Hungaria 2026 adalah pertarungan antara Pedro Acosta dan Marc Marquez.
Keduanya beberapa kali saling menyalip dalam duel yang berlangsung ketat namun tetap bersih.
Acosta mengaku sangat menikmati momen tersebut. Baginya, bertarung langsung melawan salah satu pembalap terbaik dalam sejarah MotoGP merupakan pengalaman berharga.
“Pertarungan dengan Marc sangat menyenangkan. Saya yakin para penggemar juga menikmati duel itu seperti saya menikmatinya di atas motor,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa menghadapi pembalap berpengalaman seperti Marquez bukan perkara mudah. Namun setiap duel menjadi pelajaran penting dalam proses perkembangannya sebagai rider MotoGP.
“Selalu menyenangkan bisa bertarung dengan seorang juara dunia. Tidak mudah merespons setiap manuver yang dilakukan pembalap dengan pengalaman seperti Marc,” katanya.
















































