KATINGAN, Radarsampit.com – Musim kemarau yang berlangsung cukup lama mulai berdampak pada aktivitas masyarakat di Kabupaten Katingan. Menyusutnya debit air Sungai Hantipan di Kecamatan Mendawai membuat jalur transportasi sungai yang menghubungkan sejumlah wilayah, termasuk menuju Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sulit dilalui. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan pun mendorong solusi jangka panjang melalui pembangunan akses jalan darat.
Surutnya permukaan air sungai menyebabkan mobilitas warga di Kecamatan Mendawai dan Katingan Kuala tidak lagi berjalan normal. Selama ini, transportasi air menjadi sarana utama masyarakat untuk mengangkut kebutuhan pokok maupun melakukan perjalanan antardaerah.
Bupati Katingan Saiful mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar pelayanan transportasi bagi masyarakat tetap dapat berjalan meski menghadapi kondisi alam yang kurang mendukung.
“Kami terus berupaya mencari solusi bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa agar akses transportasi masyarakat tetap bisa digunakan,” ujarnya, Minggu (19/7/2026).
Menurut Saiful, jalur sungai yang menghubungkan Kabupaten Katingan dengan Kotawaringin Timur berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Meski demikian, berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat telah disampaikan kepada pemerintah provinsi agar segera mendapat tindak lanjut.
Ia menjelaskan, persoalan yang dihadapi bukan hanya akibat musim kemarau. Kondisi tanah di sepanjang bantaran sungai yang labil juga memicu longsor sehingga mempersempit alur pelayaran. Selain itu, sedimentasi akibat pasang surut air mempercepat pendangkalan sungai sehingga kapal maupun perahu kesulitan melintas.
“Selain debit air yang turun, longsoran tanah dan endapan lumpur juga menjadi penyebab jalur pelayaran semakin dangkal,” jelasnya.
Sebagai langkah sementara, pemerintah kecamatan bersama aparat desa dan warga melakukan gotong royong dengan membuat tabat serta mengeruk sedimentasi di sejumlah titik agar perahu masyarakat masih dapat beroperasi.
Namun, menurut Saiful, upaya tersebut hanya bersifat sementara. Karena itu, Pemkab Katingan terus mengusulkan percepatan pembangunan infrastruktur jalan darat sebagai solusi permanen agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada transportasi sungai saat musim kemarau.
Ia mengakui realisasi pembangunan jalan masih menghadapi tantangan, terutama akibat keterbatasan anggaran yang dipengaruhi kebijakan efisiensi. Kendati demikian, pemerintah daerah memastikan usulan tersebut tetap menjadi prioritas.
“Kami akan terus memperjuangkan pembangunan akses jalan darat sebagai solusi jangka panjang, meski saat ini masih terkendala keterbatasan anggaran,” tegasnya.
Pemkab Katingan berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun pemerintah pusat dapat mempercepat penanganan persoalan tersebut. Dengan adanya infrastruktur yang lebih memadai, aktivitas ekonomi, distribusi barang, dan mobilitas masyarakat di wilayah Mendawai hingga Katingan Kuala diharapkan tetap berjalan lancar meski musim kemarau kembali terjadi.


















































